Tanaman obat keluarga (disingkat TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.
Berikut macam-macam Tanaman obat keluarga yang sering kita temui di sekitar kita:
1.Kumis Kucing
Orthosiphon aristatus atau dikenal dengan nama
kumis kucing termasuk
tanaman dari famili
Lamiaceae/Labiatae Tanaman ini merupakan salah satu tanaman
obat asli
Indonesia yang mempunyai manfaat dan kegunaan yang cukup banyak dalam menanggulangi berbagai
penyakit.
Daun Kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai menanggulangi berbagai penyakit, Di Indonesia daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di
India untuk mengobati rematik. Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk encok, masuk angin dan sembelit. Disamping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untu pengobatan radang ginjal, batu ginjal, kencing manis, albuminuria, dan penyakit syphilis., reumatik dan menurunkan kadar glukosa darah. Selain bersifat diuretik, kumis kucing juga digunakan sebagai antibakteri.
2.Cocor Bebek
Cocor bebek atau
suru bebek (
Latin:
Kalanchoe pinnata syn. Bryophyllum calycinum syn.
Bryophyllum pinnatum) adalah tumbuhan
sukulen (mengandung air) yang berasal dari
Madagaskar. Tanaman ini terkenal karena metode reproduksinya melalui tunas daun (tunas/adventif).
Cocor bebek populer digunakan sebagai tanaman hias di rumah tetapi banyak pula yang tumbuh liar di kebun-kebun dan pinggir parit yang tanahnya banyak berbatu.
Cocor bebek mengandung
asam malat, damar, zat lendir, magnesium malat, kalsium oksalat,
asam formiat, dan
tanin. Cocor bebek digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan sakit kepala, batuk, sakit dada, borok, dan penyakit kulit lainnya, menyembuhkan demam, memperlancar haid yang tidak teratur, obat luka, serta bisul.
3.Jengger ayam
Jengger ayam adalah tanaman bunga dari famili
Amaranthaceae yang bentuk bunganya menyerupai daging merah yang tumbuh dibagian kepala
ayam jantan.Tumbuhan ini banyak dikenal di
Sulawesi dengan sebutan tatara manuk, sapiri manu, bunga api-api, laya, langgelo, kaputi ayam, rangrang jangang, bunga lali manu, dan puwa ri sawito. Di
Jawa, bunga ini dikenal sebagai Jawer hayam (
bahasa Sunda), jawer kotok, bayem cenggeng, jhanggar ayam atau rebha mangsor, sedangkan di
Sumatera disebut sebagai celala, banda ulu, dan bunga tali. Orang
Maluku menyebutnya Wire, kolak, toko, marerede, sule-sule, sementara orang
Nusa tenggara janggar siap, ndae ana sina atau bunak manula larit.Jengger ayam memiliki rasa manis dan sejuk dan dapat digunakan untuk anti
radang, menghentikan keputihan dan menerangkan pengelihatan.
[1] Tanaman ini dapat menghentikan perdarahan, seperti pada batuk darah, muntah darah, mimisan, dan wasir berdarah.
[2] Bunga mengandung
minyak lemak,
kaempferitrin,
amaranthin,
pinitol, sedangkan pada daun terdapat
saponin,
flavonoida, dan
polifeno4.Sirih
Sirih merupakan tanaman asli
Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain
. Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dimakan dengan cara mengunyah bersama
gambir,
pinang dan
kapur. Namun mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit
kanker mulut dan pembentukan squamous
cell carcinoma yang bersifat
malignan.Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada
kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan. Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar
Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam lubang
hidung. Selain itu, kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai
pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap.
5.Berenuk
Berenuk (
Crescentia cujete) adalah tumbuhan berbentuk
pohon asal
Amerika Tengah dan
Amerika Selatan tropis.
Daunnya tersusun khas, tiga berpasangan. Buahnya besar dan dapat dipakai sebagai bahan obat. Buah berenuk kerap dianggap sebagai buah
maja.Daun, batang, dan buah berenuk mengandung
saponin dan poli
fenol, di samping itu buahnya juga mengandung
flavonoid.
Daun berenuk berkhasiat sebagai obat luka baru dan daging buahnya untuk urus-urus. Untuk obat luka baru dipakai 10 gram daun berenuk, dicuci dan ditumbuk sampai halus, ditempelkan pada bagian yang luka dan dibalut dengan kain bersih. Daunnya dilaporkan dipakai sebagai obat
hipertensi.
Buah dan bijinya yang diperas dipakai untuk mengobati
diare, sakit perut,
pilek,
bronkitis,
asma, dan susah
buang air kecil.
sumber